dasar-dasar macromedia flash player 8

Standar

DASAR MACROMEDIA FLASH PLAYER 8

LAYER
Bila anda bayangkan, layer adalah semacam lapisan plastik transparan yang dapat kita letakkan bertumpukan dengan masing-masing plastik transparan tersebut mengandung elemen tersendiri, sehingga memudahkan kita untuk mengorganisasikannya.
Untuk merubah nama layer kita dapat memilih layer dengan mouse kemudian double klik atau tekan enter, lalu masukkan nama layer untuk memudahkan pengorganisasian movie. Setiap layer sebaiknya mengandung satu obyek atau grup karena animasi hanya dpat dilakukan satu obyek/grup per layer.
Urut-urutan layer dapat kira rubah dengan men-drag menarik layer, ke atas dan kebawah, layer yang tampil di atas adalah yang terlihat lebih dahulu saat movie berjalan. Sebagai contoh, bila anda menginginkan satu movie dengan latar belakang hitam pada layer 1, dan tulisan teks pada layer 2, namun anda terlanjur membuat layer tersebut (insert layer) secara terbalik, anda tinggal menarik layer 1 ke bawah. Mudah bukan ?
Pada Flash 4 dengan klik kanan pada layer bar, kita dapat merubah properti dari layer tersebut, menambah, menghapus, mengganti nama, menyembunyikan, mengunci, dan lain-lain. Pada Flash 3 kita dapat melakukan ini dengan klik pada sebuah button kotak di sebelah layer bar.
Current Mode, memiliki pengertian bahwa layer tersebut merupakan layer tempat anda bekerja saat ini, sehingga segala perubahan yang anda terapkan pada leyer lain akan diabaikan, untuk Flash 4 hal ini telah diperbaiki dengan mengasosiasikan setia frame dan obyek yang anda klik untuk langsung berubah menjadi current layer.
Normal Mode,bila layer tersebut pasif dan tidak ada apa-apa yang dimodifikasi saat itu.
Locked Mode, bila layer tersebut ingin kita kunci sehingga modifikasi yang kita lakukan pada layer sekitarnya tidak mengganggu are layer tersebut. Hal ini memudahkan anda untuk merubah surrounding dari layer tanpa mengganggu hal-hal yang saat itu telah anda fixed. Contohnya bila terdapat jajaran kotak, yang masing masing terletak pada layer yang berbeda dan anda ingin agar kotak kedua (yang telah baik posisinya) tidak berubah, namun anda ingin menggeser semua kotak lainnya sedikit ke kanan misalnya, gunakan Locked Mode pada layer tersebut.
Hidden Mode, bila anda ingin berkonsentrasi pada suatu obyek, dan ingin agar yang lain tersembunyi anda dapat menggunakan mode ini sehingga perubahan yang anda lakukan bisa lebih cepat dan mudah serta akurat. Contoh apabila anda telah mengorganisir puluhan animasi yang simpang siur dan hendak menyembunyikan mereka agar anda dapat meletakkan sebuah teks pada sudut kanan bawah dengan baik, gunakan Hidden Mode.
SIMBOL
Symbol digunakan untuk membuat objek/gambar dapat digunakan kembali tanpa harus membuat ulang objek/gambar tersebut. Objek yang dijadikan symbol akan masuk ke dalam panel library. Melalui panel library ini anda dapat mendrag symbol yang ada di dalamnya ke stage sesuai kebutuhan sehingga itulah yang dimaksud dengan dapat digunakan kembali. Ada 2 cara membuat symbol.
Pertama : membuat symbolnya terlebih dahulu, kemudian baru diberi objek.
Kedua : membuat objeknya terlebih dahulu baru dijadikan symbol.
Terdapat perbedaan diantara kedua cara tersebut. Perbedaannya adalah adanya Registration dipanel yang digunakan untuk membuat symbol. Fungsi Registration adalah untuk menentukan titik pusat pada symbol yang dibuat.
A. Symbol-Objek
1. Buatlah sebuh flash document.
2. Pilih menu Insert>New Symbol…(tekan CTRL+F8), maka akan muncul kotak dialog Create New Symbol.
3. Ubah Name (jika diperlukan) dan Type sesuai kebutuhan. Tekan OK jika sudah selesai.
Ada 3 type symbol :
Movie clip : untuk lebih jelasnya silahkan klik di sini
Button : untuk lebih jelasnya silahkan klik di sini
Graphic : untuk lebih jelasnya silahkan klik di sini

Gambar kotak dialog Create New Symbol
4. Maka kita akan berada di dalam stage symbol yang kita buat.

Tampilan ketika kita berada di dalam stage symbol
5. Buatlah objek sesuai kebutuhan di dalam stage symbol tersebut.
7. Jika sudah selesai tekan CTRL+E untuk keluar dari symbol.
8. Symbol telah selesai dibuat dan siap untuk digunakan.
9. Untuk menaruh symbol ke dalam stage, pilih menu Window>Library(CTRL+L), akan muncul panel library.

Gambar kotak dialog Library
9. Drag symbol yang baru kita yang berada di panel library ke stage.
B. Objek-Symbol
1. Buatlah sebuh flash document.
2. Buatlah sebuah objek.
3. Seleksi objek tersebut lalu pilih menu Modify>Convert to Symbol(F8), maka akan muncul kotak dialog Convert to Symbol.

Gambar kotak dialog Convert to Symbol
4. Ubah Name (jika diperlukan), Type, dan Registration sesuai kebutuhan. Tekan OK jika sudah selesai.
5. Symbol telah selesai dibuat dan siap untuk digunakan.
6. Untuk menaruh kembali symbol ke dalam stage, pilih menu Window>Library(CTRL+L), akan muncul panel library.
7. Drag symbol yang baru kita yang berada di panel library ke stage.

SCENE

Bila movie anda adalah sebuah film, maka scene adalah episodenya, dengan scene kita bisa mengatur susunan adegan dalam movie kita. Dengan demikian akan lebih terorganisir terutama bila melibatkan berbagai menu dan lompatan isi.
Scene hanya ada untuk memudahkan anda dalam mengorganisir, tidak berbeda dengan yang lainnya, kita bisa cut, paste, dan lain-lain.

tip: Biasakan menggunakan scene untuk setiap perbedaan isi pada movie anda, misalkan untuk pembukaan, isi, dan penutup.

tip: Scene dapat diduplikasi sehingga bila anda menginginkan beberapa peristiwa yang sama urutannya, namun berbeda beberapa propertinya…buat dahulu base-nya kemudian duplicate, dan terapkan perubahan yang anda inginkan.

TWEENING
Motion tween adalah tehknik membuat animasi yang harus kita kuasai. Dengan menguasai motion tween ini kita dapat membuat animasi-animasi yang bagus, halus dan juga lebih hemat waktu dalam pembuatannya jika dibandingkan dengan menggunakan animasi frame by frame. Berikut cara membuatnya :
1. Buatlah sebuah lingkaran. Seleksi lingkaran tersebut dan tekan F8. Pada kotak dialog yang muncul pilih Movie Clip sebagai Type dan tekan OK.
2. Tempatkan movie clip tersebut ke stage sebelah kiri

Movie clip berada di stage sebelah kiri
3. Klik kanan frame 10 dan pilih Insert Keyframe. Ubah letak movie clip ke stage sebelah kanan pada frame 10
Movie clip berada di stage sebelah kanan
4. Klik kanan frame 20 dan pilih Insert Keyframe. Ubah letak movie clip ke stage sebelah kiri pada frame 20
5. Klik kanan frame 1 dan pilih Create Motion Tween, lakukan hal yang sama pada frame 10

Frame 1 yang diklik kanan
6. Terakhir test movie dengan menekan CTRL+ENTER.

FRAME

Frame berarti adegan, berarti satu frame pada movie anda melambangkan satu potongan adegan, yang akan menyusun keseluruhan animasi atau movie anda. Setiap frame memiliki properti, yang menentukan bagaimana frame tersebut menyusun movie. Keyframe berarti frame kunci anda dapat meletakkan obyek pada keyframe (berlambang titik hitam)

Istilah-istilah mengenai frame :
Keyframe dengan actions, keyframe yang memiliki actions berarti keyframe tersebut akan memanggil sebuah kode yang kita tentukan dari modul yang tersedia. Beberapa diantaranya yakni, go to, play, get url, stop, tell target, if frame is loaded, dll. Pelan-pelan saja, semua istilah diatas akan dijelaskan di bagian lain…:)
Frame dengan motion tween, jenis ini akan banyak anda jumpai. Ini berarti bahwa diantara dua keyframe, Flash dapat mengambil perhitungan otomatis secara gerak dan skala tentang isi dari frame yang ada di antaranya dan akan menciptakan sekuens gerak atau animasi. Perhatikan bahwa motion tween ini hanya bisa dilakukan untuk obyek yang berupa symbol atau grup dan hanya dapat berlaku pada satu obyek setiap layer. Pada Flash 4 dilambangkan dengan warna biru muda.
Frame dengan shape tween, berarti bahwa tweening dilakukan untuk obyek diantara dua keyframe berupa morphing dari benda yang bukan symbol atau group. Shape tween hanya berlaku untuk obyek yang telah broken apart, ctrl + b shortcut.
Frame kosong , kalau setelah sebuah keyframe terdapat rangkaian frame yang kosong, maka movie akan menampilkan image atau obyek terakhir pada keyframe sebelumnya. Hal ini dapat anda terapkan untuk membuat sebuah background yang statis dengan animasi pada layer bagian atasnya.
Sound Frame , pada setiap keyframe dapat anda sertakan suara/sound, dengan double klik, pilih frame properties, kemudian pilih tab sound. Sebelumnya anda telah mengimpor file sound dengan ekstensi wav. Semacam grafik akan muncul untuk melambangkan adanya sound pada frame tersebut.
Insert Frame, kita dapat menyelipkan rangkaian frame sekaligus dengan memilih frame tab sekaligus, katakanlah dari timeline 10 hingga 25, dari layer 1 hingga 3, kemudian setelah highlight muncul, kita klik kanan dan pilih insert frame, there you go.
Insert Blank Keyframe, kita menyelipkan sebuah keyframe kosong, berguna untuk menghentikan animasi pada layer tersebut. Sebagai contoh, bila anda ingin agar animasi pada suatu layar berhenti pada frame ke 25 maka anda klik kanan, dan pilih insert blank keyframe.
Reverse Frame , berarti membalikkan urutan frame. Sangat berguna untuk menimbulkan kesan reversi, misalnya sebuah tabel muncul perlahan dari bawah ke atas, setelah di klik anda menginginkan efek bahwa tabel tersebut perlahan kembali ke bawah. Anda tidak perlu membuat lagi motion tween yang baru cukup dengan copy frames yang mengandung sekuens muncul, paste pada tempatnya, kemudian highlight dan pilih reverse frames…done
.

LIBRARY

library hanyalah merupakan jendela anda dalam mengamati dan mengorganisasi simbol dan sumberdaya yang anda miliki.
Keseluruhan sumber daya baik itu sound, raster image, graphic, button, dan movie clip, yang kita miliki dikelola dalam sebuah Library. Pada Flash 4 dengan mudah kita mengambil sebuah obyek dari library dan menempatkannya di stage, dengan cara men-drag pada window preview ke area yang kita inginkan. Kelola dengan baik seperti kita mengelola file pada explorer, gunakan direktori, dengan demikian katakanlah anda memiliki 120 button dengan masing-masing scene, anda bisa meilah mereka menjadi beberapa direktori.
Dari Library Window (lihat gambar) pengelolaan simbol dapat kita lakukan dengan double klik pada item yang dimaksud. Kemudian pilih edit symbol, edit properties, dll.

Pada Library kita dapat melihat preview dari symbol yang kita pilih, dan untuk button, sound, dan movie clip terdapat menu yang akan memutar secara previe apa isi dari button, sound, dan movie clip tersebut (di bawah tulisan options pada window library)
Urutan pada Library secara default berdasarkan abjad, namun anda dapat mengatur tampilan apakah hanya button saja, graphic saja, atau semuanya dengan urutan tertentu, semuanya dapat meudahkan anda dalam mengefektifkan resource anda.
Khusus untuk sound dan bitmap image, sekali anda telah mengimpornya, maka item tersebut akan tetap tersimpan dalam Library meskipun tidak anda gunakan untuk movie anda. Bitmap image dapat anda atur kompresinya sesuai kualitas yang paling sesuai dengan kemauan anda. Nilai defaultnya adalah jpeg 50. Demikian juga dengan sound, anda dapat mengatur semuanya sekaligus dengan kompresi default atau per item. Misalnya anda ingin satu item sound tetap kedengaran jerneh dan yang lainnya anda kompres dengan ketat untuk mengurangi waktu loading, anda rubah melalui Library ini…asyik kan😛

MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH 8

Toolbox

Picker, merupakan alat untuk memilih suatu obyek. Namun bila obyek tersebut telah kita pilih kita dapat memodifikasinya dengan opsional tool yang ada dibawahnya.
Scale, untuk merubah ukuran obyek.
Rotate, untuk memutar obyek terhadap sudut tertentu.
Straighten Lines, untuk meluruskan garis yang kita buat.
Smooth Lines, untuk melengkungkan atau melembutkan sudut dari sebuah obyek.
Lasso Tool , dengan alat ini kita dapat memilih sebuah area dan mewarnai atau merubah propertinya, terdapat dua opsi yakni magic wand, dan magic wand properties.
Teks Tool , dengan alat ini kita dapat menyisipkan teks dengan font, ukuran, alinea, set paragraf, tebal-miring, dan…surprise-surprise, form properties, yang sebelumnya tidak ada di flash 3, sehingga dapat memungkinkan seorang user mengisi sesuatu kepada form, guest book misalnya.
Buat Garis , dengan line tool kita dapat membuat garis yang lengkung (smooth), kaku (straighten), ink (seperti menggunakan tinta pulpen).

Lingkaran dan Box , merupakan elemen yang paling sering digunakan, karena dalam flash kita membentuk berbagai obyek umumnya dengan alat ini. Kita dapat secara otomatis mengisi dengan warna tertentu, atau tidak.
Brush atau kuas, dengannya kita bisa membentuk bidang-bidang yang lebih dinamis, namun batasi penggunaannya karena akan menyita kemampuan CPU anda. Berbagai bentuk kuas dapat anda gunakan dalam opsional box, seperti halnya mode yang lain dapat anda coba-coba efeknya.
Paint Bucket Tool, alat ini mengisi warna pada kurva, yang opsinya dapat dipilih apakah kurva yang ketat tertutup, terbuka sedikit, ataupun yang terbuka lebar. Pada opsional box, kita dapat merubah fill, merotasi, mengunci, dll
Paint Object, gunakan paint ink bottle ini untuk merubah warna, ketebalan, dan properti garis yang telah anda buat.
Penghapus, biasa saja, gunanya untuk menghapus obyek tertentu. Gunakan opsional box untuk berbagai kegunaan penghapus ini.
Color Picker, bila kita ingin secara cepat menentukan warna berdasarkan warna yang telah ada sebelumnya, kita menggunakan alat ini.
Hand dan Zoom, beserta alat ini kita bisa memaksimalkan efektifitas ruang kerja, layar kita terbatas dan kita terkadang harus melihat lebih jelas, maka gunakan zoom dan hand untuk menggeser ke area kerja lainnya.

Scene

Bila movie anda adalah sebuah film, maka scene adalah episodenya, dengan scene kita bisa mengatur susunan adegan dalam movie kita. Dengan demikian akan lebih terorganisir terutama bila melibatkan berbagai menu dan lompatan isi.
Scene hanya ada untuk memudahkan anda dalam mengorganisir, tidak berbeda dengan yang lainnya, kita bisa cut, paste, dan lain-lain.

tip: Biasakan menggunakan scene untuk setiap perbedaan isi pada movie anda, misalkan untuk pembukaan, isi, dan penutup.

tip: Scene dapat diduplikasi sehingga bila anda menginginkan beberapa peristiwa yang sama urutannya, namun berbeda beberapa propertinya…buat dahulu base-nya kemudian duplicate, dan terapkan perubahan yang anda inginkan.

Movie Clip

Movie clip adalah salah satu type dari symbol. Movie clip digunakan untuk membuat objek agar dapat menggunakan beberapa fasilitas dari flash seperti animasi tween, masking, guide selain itu dengan dijadikannya suatu objek menjadi movie clip maka objek tersebut dapat di beri actionscript. Berikut langkah-langkah membuat movie clip :
1. Buatlah sebuh flash document.
2. Buatlah sebuah objek di stage misalnya lingkaran berwarna merah dengan hitam sebagai warna garisnya.
3. Seleksi lingkaran tersebut kemudian tekan F8. Pada panel convert to symbol yang muncul masukkan lingkaran sebagai name dan movie clip sebagai type lalu tekan ok.
4. Sebuah movie clip lingkaran sudah jadi dan siap digunakan.
5. Untuk menggunakannya ulang anda dapat membuka panel library dengan menekan Ctrl+L pada keyboard. Pada panel library yang muncul drag movie clip lingkaran ke stage sebanyak yang anda mau.
6. Untuk memberikan instance name pada movie clip, pertama yang anda lakukan adalah menyeleksi movie clip tersebut kemudian tekan Ctrl+F3. Masukkan instance name yang anda inginkan ke dalam kotak instance name pada panel properties.
7. Instance name adalah nama khusus yang anda berikan pada movie clip. Nama tersebut akan digunakan untuk menghubungkan antara movie clip dengan actionscript.

Extension

Perpanjangan adalah sebuah software yang dapat ditambahkan ke aplikasi Macromedia untuk meningkatkan kemampuan aplikasi. Macromedia menawarkan beberapa jenis ekstensi. Sebagai contoh, Macromedia Dreamweaver ekstensi dapat menyertakan kode HTML yang dapat ditambahkan ke Insert bar dan menu Insert, dan perintah JavaScript yang dapat ditambahkan ke menu Command. Mereka juga dapat mencakup perilaku baru, inspektur Properti, dan panel mengambang. Macromedia Flash ekstensi termasuk komponen yang dapat Anda gunakan untuk membangun proyek-proyek, template untuk merancang konten Flash, potongan kode dapat digunakan kembali ActionScript, perpustakaan simbol tambahan, dan banyak lagi. Macromedia Fireworks ekstensi meliputi segala sesuatu dari gaya dibuat oleh pengguna lain untuk palet Styles, untuk Textures, Filter, Pola, dan Perpustakaan. Semua aplikasi yang mendukung Macromedia Extension Manager dapat menggunakan ekstensi font yang menginstal font di komputer.

Masking

Mask merupakan fasilitas di flash yang mampu membuat objek gambar ditampilkan sesuai dengan objek shape yang kita kehendaki. Di samping motion tween, mask merupakan tehnik yang harus dikuasai. Karena di dalam pengembangannya nanti kita akan dapat membuat animasi yang menarik dari variasi mask.
1. Import sebuah, gambar masukkan kedalam stage dengan menekan Ctrl+R pada keyboard. Tempatkan gambar di tengah-tengah stage.

Contoh gambar yang kami import
2. Insert layer baru, buat objek lingkaran di layer baru tersebut.

Tekan tombol yang diberi lingkaran di atas untuk meng-Insert layer baru
3. Atur posisi lingkaran sehingga berada di tengah gambar (pastikan ukuran lingkaran lebih kecil dari gambar dan juga gunakan lingkaran yang sudah diberi warna/fill)

Lingkaran berwarna merah

4. Atur posisi layer sehingga layer yang berisi lingkaran berada di atas layer gambar.

Layer 2 berisi lingkaran dan layer 1 berisi gambar
5. Klik kanan layer paling atas dan pilih Mask.

Klik kanan dan tekan Mask
6. Anda juga dapat merubah hasil akhir dengan mengganti lingkaran dengan objek lain, misal segi lima (dengan terlebih dahulu menghapus lingkaran tadi)

Play and Stop
Play : berfungsi memainkan frame. Frame yang dimainkan hanya frame berikutnya anda tidak dapat mengatur di frame mana yang akan dimainkan. Misalnya anda menaruh tombol dengan script play di dalamnya dan berada di frame 4, dan jika tombol tersebut ditekan maka akan memainkan frame 5, frame 6, frame 7, dst. Penulisannya :
1 play();

Stop : berfungsi menghentikan frame yang dimainkan. Penulisannya :
1 stop();

Goto And Play
fungsinya hampir sama dengan play tetapi dengan gotoAndPlay anda dapat mengatur di frame/frame label mana yang akan dimainkan. Misalnya Misalnya anda menaruh tombol dengan script gotoAndPlay(9) di dalamnya dan berada di frame 1, dan jika tombol tersebut ditekan maka akan memainkan frame 10, frame 11, frame 12, dst. Untuk memainkan frame anda cukup menuliskan angka didalam tanda kurung. Untuk memainkan frame label anda harus menuliskan frame label di antara tanda kutip. Jika menggunakan variable, anda dapat menuliskannya langsung seperti menuliskan angka frame. Penulisannya :
1
2
3
4
5
6
7
8 //masukkan langsung jika yang dimasukkan angka frame
gotoAndPlay(5);

//berikan tanda kutip di antara frameLabel
gotoAndPlay(“frameLabel”);

//masukkan langsung jika yang dimasukkan variable
gotoAndPlay(namaVariable);

Go to And Stop
fungsinya hampir sama dengan gotoAndPlay hanya saja frame yang dituju tidak dimainkan seterusnya melainkan berhenti. Misalnya Misalnya anda menaruh tombol dengan script gotoAndPlay(9) di dalamnya dan berada di frame 1, dan jika tombol tersebut ditekan maka akan memainkan frame 10 dan tidak akan dilanjutkan ke frame berikutnya. Untuk memainkan frame label anda harus menuliskan frame label di antara tanda kutip. Jika menggunakan variable, anda dapat menuliskannya langsung seperti menuliskan angka frame. Penulisannya:
1
2
3
4
5
6
7
8 //masukkan langsung jika yang dimasukkan angka frame
gotoAndStop(5);

//berikan tanda kutip di antara frameLabel
gotoAndStop(“frameLabel”);

//masukkan langsung jika yang dimasukkan variable
gotoAndStop(namaVariable);
Untuk contoh penggunaanya silahkan membuat animasi frame yang simpel berikut ini:
1. Buatlah sebuah Flash Document dengan panjang 300px dan lebar 300px serta 2fps sebagai frame ratenya.
2. Seleksi frame 1 sampai 5 lalu tekan F7. Maka di timeline akan tampil seperti berikut ini:

Tampilan timeline
3. Buatlah static text di masing-masing frame dengan tulisan FRAME 1 di bagian frame 1, FRAME 2 di bagian frame 2 dst
4. Sehingga apabila anda menekan Ctrl+Enter maka akan tampil seperti di bawah ini:
Simpel animasi frame
Ok.. sekarang animasi frame yang akan digunakan untuk mencoba ke empat script diatas sudah jadi. Sekarang kita akan mulai menerapkan scriptnya ke animasi frame tersebut.
Contoh penggunaan script stop:
1. Buatlah animasi frame simpel diatas
2. Klik frame 1 dan tekan F9. Pada kotak dialog yang muncul masukkan script berikut:
1
2 //hentikan animasi frame
stop();
3. Tekan Ctrl+Enter untuk melihat hasilnya.
Animasi berhenti di frame 1
Contoh penggunaan script play:
1. Buatlah animasi frame simpel diatas
2. Buatlah 2 buah tombol dengan masing-masing di beri tulisan PLAY dan STOP.
3. Klik tombol yang memiliki tulisan PLAY dan tekan F9. Pada kotak actions yang muncul masukkan script berikut:
1
2
3
4
5 //ketika tombol ditekan
on (press) {
//mainkan animasi frame
play();
}
4. Klik tombol yang memiliki tulisan STOP dan tekan F9. Pada kotak actions yang muncul masukkan script berikut:
1
2
3
4
5 //ketika tombol ditekan
on (press) {
//hentikan animasi frame
stop();
}
5. Tekan Ctrl+Enter untuk melihat hasilnya.
Tekan tombol stop untuk menghentikan animasi dan tekan tombol play untuk menjalankannya lagi
Contoh penggunaan script gotoAndPlay:
1. Buatlah animasi frame simpel diatas
2. Klik frame 1 dan tekan F9. Pada kotak ations yang muncul masukkan script berikut:
1
2 //hentikan animasi frame
stop();
3. Buatlah sebuah tombol dengan tulisan gotoAndPlay di dalamnya. Klik tombol tersebut dan tekan F9. Pada kotak dialog yang muncul masukkan script berikut :
1
2
3
4
5 //ketika tombol ditekan
on (press) {
//mainkan frame 3
gotoAndPlay(3);
}
4. Tekan Ctrl+Enter untuk melihat hasilnya.
Ketika tombol ditekan, animasi langsung memainkan frame 3
Contoh penggunaan script gotoAndStop:
1. Buatlah animasi frame simpel diatas
2. Klik frame 1 dan tekan F9. Pada kotak ations yang muncul masukkan script berikut :
1
2 //hentikan animasi frame
stop();
3. Buatlah sebuah tombol dengan tulisan gotoAndStop di dalamnya. Klik tombol tersebut dan tekan F9. Pada kotak dialog yang muncul masukkan script berikut :
1
2
3
4
5 //ketika tombol ditekan
on (press) {
//animasi berhenti di frame 4
gotoAndStop(4);
}
4. Tekan Ctrl+Enter untuk melihat hasilnya.

MEMBUAT ANIMASI MACROMEDIA FLASH 8

Animasi Bergerak
Langkah :
1. Buatlah sebuah lingkaran. Seleksi lingkaran tersebut dan tekan F8. Pada kotak dialog yang muncul pilih Movie Clip sebagai Type dan tekan OK.
2. Klik movie clip lingkaran dan tekan Ctrl+F3 untuk memunculkan panel properties. Ubah niali X: pada panel properties menjadi 9,7
3. Select movie clip lingkaran tadi dan tekan F9.
4. Masukan actionscript ini pada kotak actions yang muncul :
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25 onClipEvent (load) {
gerak = 1;
}
onClipEvent (enterFrame) {
//jika koordinat x movie clip ini berada lebih dari 255
if (_x>255) {
gerak = 2;
}
//jika koordinat x movie clip ini berada kurang dari 45
if (_x<45) {
gerak = 1;
}
//jika gerak sama dengan 1
if (gerak == 1) {
//koordinat x movie clip ini akan ditambah 20 (movie clip ini akan bergerak kekanan)
//semakin besar nilainya semakin cepat gerakannya
_x += 20;
}
//jika gerak sama dengan 2
if (gerak == 2) {
//koordinat x movie clip ini akan dikurangi 20 (movie clip ini akan bergerak kekiri)
//semakin besar nilainya semakin cepat gerakannya
_x -= 20;

5. Terakhir test movie dengan menekan CTRL+ENTER.

Rotasi dan Skala
Rotation digunakan untuk mengatur rotasi atau arah berputar objek. Penulisannya :
1 _rotation = nilai
nilai = angka yang diinginkan
Jika _rotation tersebut ditujukan untuk movie clip/button maka tambahkan instance name di depannya. Contoh kepala._rotation = 10
Untuk lebih jelasnya silahkan lihat contoh berikut :
1. Buatlah sebuah flash document.
2. Buatlah sebuah persegi panjang berwarna merah dengan hitam sebagai warna garisnya.
3. Seleksi persegi panjang tersebut dan tekan F8. Pada panel yang muncul masukkan persegipanjang sebagai name dan movie clip sebagai type dan pastikan titik registrationnya berada ditengah-tengah lalu tekan ok.
4. Seleksi movie clip persegipanjang di stage dan tekan Ctrl+F3. Pada panel properties yang muncul masukkan persegipanjang sebagai instance name. Letakkan movie clip persegipanjang di stage bagian kiri atas.
5. Klik frame 1 dan tekan F9. Pada panel actions yang muncul masukkan script berikut :
1
2
3
4
5 //perintah yang dijalankan ketika movie clip persegi berada pada frame ini
persegipanjang.onEnterFrame = function() {
//rotasi movie clip ini ditambah 10
this._rotation += 10;
};
6. Tekan Ctrl+Enter untuk melihat hasilnya.
7. Terlihat movie clip persegi panjang yang tadinya diam sekarang bergerak secara berputar karena nilai rotasinya yang bertambah secara terus menerus.
Animasi Warna
Rotation digunakan untuk mengatur rotasi atau arah berputar objek. Penulisannya :
1 _rotation = nilai
nilai = angka yang diinginkan
Jika _rotation tersebut ditujukan untuk movie clip/button maka tambahkan instance name di depannya. Contoh kepala._rotation = 10
Untuk lebih jelasnya silahkan lihat contoh berikut :
1. Buatlah sebuah flash document.
2. Buatlah sebuah persegi panjang berwarna merah dengan hitam sebagai warna garisnya.
3. Seleksi persegi panjang tersebut dan tekan F8. Pada panel yang muncul masukkan persegipanjang sebagai name dan movie clip sebagai type dan pastikan titik registrationnya berada ditengah-tengah lalu tekan ok.
4. Seleksi movie clip persegipanjang di stage dan tekan Ctrl+F3. Pada panel properties yang muncul masukkan persegipanjang sebagai instance name. Letakkan movie clip persegipanjang di stage bagian kiri atas.
5. Klik frame 1 dan tekan F9. Pada panel actions yang muncul masukkan script berikut :
1
2
3
4
5 //perintah yang dijalankan ketika movie clip persegi berada pada frame ini
persegipanjang.onEnterFrame = function() {
//rotasi movie clip ini ditambah 10
this._rotation += 10;
};
6. Tekan Ctrl+Enter untuk melihat hasilnya.
7. Terlihat movie clip persegi panjang yang tadinya diam sekarang bergerak secara berputar karena nilai rotasinya yang bertambah secara terus menerus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s